Miftahul Jannah

Senin, 29 April 2013

Pertemuan ke 5 Perilaku Produsen

Perilaku Produsen

Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.

Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.

Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pengarahan
d. Pengendalian

I. Produsen dan Fungsi Produksi

Orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan  faktor – faktor produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.

1. Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut : 
  • Alam 
  • Tenaga kerja
2. Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.

Tujuan produsen untuk memproduksi barangnya jelas, untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kehidupan sehari-harinya. Guna suatu barang atau jasa yang timbul karena kegiatan produksi dapat dibedakan sebagai berikut :

1.      guna bentuk (form utility)
2.      guna tempat (place utility)
3.      guna waktu (time utility)
4.      guna kepemilikan (ownership utility)
5.      guna pelayanan (service utility)
6.      guna dasar (basic utility)

Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan jika kita menjual komputer/laptop, komputer/laptop yang akan kita jual bisa dijual dengan beberapa cara. Termasuk bila komposisinya diubah, maka hasil penjualannya juga berubah.Namundemikian, outputnya akan tetap sama. Misalnya untuk mencapai produksi komputer/laptop yang maksimal, maka diutuhkan beberapa tenaga manusia. Fungsi produksi dapat dituliskan sebagai berikut Q = f (L, R, C, T)

Dimana :

Q         = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F          = symbol persamaan (function)
L          = tenaga kerja (labour)
R         = kekayaan alam (resources)
C         = modal (capital)
T          = teknologi (technology)

Contoh Soal !!!

Diketahui fungsi produksi dengan dua input K dan L adalah sebagai berikut : Q = 40L + 150K – L2 – K2
Data yang tersedia 4400 sedangkan harga satuan L adalah $20 dan satuan K adalah $50. Carilah kombinasi pnggunaan input yang optima dan besarnya produksi.
Jawab :
Z      = f(Q) + λ[f(c)]
        = 40 + 150K – L2 – K2 + λ (4400 – 20L – 50K)
      

Dengan Menggunakan Metode Eliminasi terhadap (1), (2), (3) diperoleh L = 21,7; K = 79,3 dan Q = 6003,6





II. Produksi Optimal

Produksi adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak langsung ditunjukkan untuk menghasilkan barang dan jasa atau mempertinggi faedah barang guna memenuhi kebutuhan manusia. Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang/jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi meliputi : 
  • factor produksi alam
  • factor produksi tenaga kerja manusia
  • factor produksi modal
  • factor produksi kewirausahaan
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai.

III. Least Cost Combination

Least Cost Combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu.

Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi.
Garis harga faktor juga dikenal sebagai garis isocost karena mewakili berbagai kombinasi input yang dapat dibeli untuk jumlah uang yang diberikan dialokasikan. Dengan menggabungkan isoquant dan garis harga faktor, seseorang dapat mengetahui kombinasi optimal faktor-faktor yang akan memaksimalkan output.

Sumber :

Sabtu, 30 Maret 2013

Pertemuan ke 3 & 4 Perilaku Konsumen

1. Pendahuluan

Perilaku konsumen 
Proses ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta mengevaluasi produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu.

2. Pendekatan Perilaku Konsumen 

Konsumen adalah orang yang memakai barang – barang hasil produksi. Pada saat melakukan  aktivitas sehari – hari, antara lain untuk memenuhi kebutuhan hidup, semua orang melakukan kegiatan konsumsi. Konsumsi adalah setiap kegiatan yang mengurangi atau menghabiskan kegunaan dari suatu barang atau jasa. Konsumsi bukan hanya berarti makan dan minum, tetapi juga berbagai kegiatan lainnya yang menyangkut pemenuhan kebutuhan hidup. Konsumen memperoleh barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari produsen. Untuk menghasilkan barang dan jasa ini, produsen membutuhkan faktor produksi dalam rumah tangga seperti tenaga kerja, modal, tanah, dan lain-lain.

Terbentuknya fungsi permintaan konsumen karena adanya pendekatan. Berikut terdapat 2 pendekatan yang sering digunakan yaitu : 

" Pendekatan Kardinal "
Daya guna yang dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung pada subjek yang menilai. Pendekatan ini juga mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka akan semakin diminati. pendekatan ini memiliki asumsi, seperti : 
  • Konsumen rasional : konsumen yang bertujuan untuk memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
  • Diminishing Marginal Utility : tambahan utilitas yang diperoleh konsumen semakin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari komoditas tersebut. 
  • Uang mempunyai nilai subjektif tetap.
  • Pendapatan konsumen tetap.
  • Total utility adalah daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing – masing barang yang dikonsumsi dan daya guna pertama yang tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang kedua, ketiga, keempat dan sebaliknya.
" Pendekatan Ordinal "
Daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah independent curve yang berarti kurva yang menunjukkan kombinasi 2 macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Pendekatan ini memiliki asumsi, seperti : 
  • Konsumen rasional
  • Konsumen yang konsisten
  • Konsumen yang memiliki sejumlah uang tertentu
  • Konsumen bersifat rasional
  • Konsumen selalu berusaha untuk mendapatkan kepuasan maksimal
  • Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yan disusun
3. Konsep Elastisitas 

Berikut ini ada 3 macam konsep elastisitas yaitu :
  1. Elastisitas Harga : Persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang itu sebesar satu persen. 
  2. Elastisitas Silang : Persentase jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan sebesar satu persen.
  3. Elastisitas Pendapatan : Persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan rill konsumen sebesar satu persen.
Sumber :

Jumat, 29 Maret 2013

Pertemuan ke 2 Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

1. Pengertian Permintaan dan Penawaran
  • Permintaan dalam istilah ekonomi disebut demand adalah jumlah barang dan jasa yang berada di pasar dengan harga tertentu dan pada waktu tertentu yang akan dibeli oleh konsumen. 
  • Penawaran adalah setiap produsen yang menghasilkan barang dan jasa tertentu dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dengan cara menjual hasil produk.
    2. Hukum Permintaan dan Penawaran
    1. Hukum Permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta. Hukum permintaan menyatakan bahwa antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta mempunyai hubungan terbalik. Yang berbunyi : “Apabila haraga barang/jasa mengalami kenaikan maka jumlah barang/jasa yang diminta mengalami penurunan, sebaliknya jika harga barang/jasa mengalami penurunan maka jumlah barang/jasa yang diminta mengalami kenaikan.” 
    2. Hukum Penawaran menyatakan bahwa antara harga dengan jumlah barang atau jasa memiliki hubungan berbanding lurus. Yang berbunyi : “Apabila harga barang/jasa mengalami kenaikan maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan juga mengalami kenaikan sebaliknya apabila harga barang/jasa mengalami penurunan maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan juga mengalami penurunan.”               
    3. Faktor - faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

    Yang Memperngaruhi Permintaan seperti : 
    1. Terjadinya perubahan selera konsumen : contohnya 1-2 tahun belakangan ini banyak yang memilih hp blackberry sebagai alat komunikasi, mungkin untuk beberapa tahun kedepan selera konsumen sudah berubah sesuai dengan jamannya dengan muncul beberapa gadget yang lebih canggih. 
    2. Adanya perubahan pendapatan masyarakat : Pendapatan masyarakat bermacam-macam sesuai dengan jenis pekerjaannya.
    3. Perubahan jumlah penduduk : semakin lama total jumlah penduduk semakin banyak
    4. Tingkat intensitas kebutuhan : contohnya ketika bulan ramadhan banyak permintaan stok buah-buahan atau makanan manis untuk berbuka puasa. 
    5. Adanya barang-barang substitusi
    6. Adanya perubahan harga barang atau jasa yang bersangkutan
    Yang Mempengaruhi Penawaran seperti :
    1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
    2. Ketersediaan dan harga barang pelengkap
    3. Perkiraan harga untuk masa depan
    4. Tujuan perusahan
    5. Pajak
    4. Penentuan Harga Keseimbangan
    Harga Keseimbangan adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan dipasar hasil dari kesepakatan antara pembeli dan penjual dimana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan sudah dicapai, maka titik keseimbangan akan bertahan lama dan menjadi patokan pembeli dan penjual dalam menentukan harga. 

    CONTOH SOAL PERMINTAAN

    Pada saat harga mangga Rp. 7000 per Kg permintaan akan mangga tersebut sebanyak 1000 Kg, tetapi pada saat harga mangga meningkat menjadi Rp 10.000 Per Kg permintaan akan mangga menurun menjadi  700 Kg,  buatlah fungsi permntaannya ?
    Jawab : 

    Dari soal diatas diperoleh data :
    P1 = Rp. 7.000      Q1 = 1000 Kg
    P2 = Rp. 10.000      Q2 = 700 Kg

    untuk  menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni :
    y - y1            x - x1
    ------    =    --------
    y2 - y1         x2 - x1

    dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,
    P - P1           Q - Q1
    -------    =    --------
    P2 - P1         Q2 - Q1

    mari kita masukan data diatas kedalam rumus :
        P    -     7000                     Q - 1000
    -----------------------  = ----------------
       10.000 -  7.000                   700 - 1000

               P - 7.000                 Q - 1000
    ----------------------- = ----------------
                 3.000                        -300

     P - 7.000 (-300)    =  3.000 (Q - 1000)
    -300P + 2.100.000 = 3000Q - 3.000.000
    3000Q = 2.100.000 + 3.000.000 - 300P
    Q = 1/3000 (5.100.000 - 300P)
    Q = 1700 - 0,1P //

    Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 1700 - 0,1P //

    CONTOH SOAL PENAWARAN 
    Pada saat harga melon Rp. 5.000 perbuah toko A hanya mampu menjual melon sebanyak 100 buah, dan pada saat harga melon Rp. 6.000 perbuah toko A mampu menjual melon lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?
    Jawab :

    dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
    P1 = 5.000     Q1 = 100 buah
    P2 = 6.000     Q2 = 200 buah

    Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:
     P - P1        Q - Q1
    --------  =  ---------
    P2 - P1      Q2 - Q1

        P  - 5.000         Q - 100
    --------------  = -------------
    6.000 - 5.000      200 - 100

         P - 5.000           Q - 100
    --------------   =  -------------
            1.000                 100
    (P - 5.000)(100) = (Q - 100) (1.000)
    100P - 500.000  = 1.000Q - 100.000
    1.000Q = -500.000 + 100.000 + 100P
    1.000Q = -400.000 + 100P
    Q = 1/1000 (-400.000 + 100P )
    Q = -400 + 0.1P //

    Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -400 + 0,1P //

    Sumber : 

    Senin, 25 Maret 2013

    Pertemuan ke 1 Ruang Lingkup Ekonomi

    I. Definisi dan Metologi Ekonomi

    Definisi Ilmu Ekonomi
    Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity). Kata “ekonomi” berasal dari Yunani. Oikos yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan nomos yang berarti peraturan, aturan, hukum. Secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. 

    Menurut  Profesor  P.  A. Semuelson, ilmu ekonomi adalah :
    “Suatu  studi  mengenai  individu-individu  dan  masyarakat  membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan  sumber-sumber daya yang terbatas, tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumen, sekarang dan di masa datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat”. 

    Dengan demikian persoalan pokok yang diterangkan dalam analisis ekonomi pada  hakekatnya  bertujuan  untuk  menjawab  pertanyaan  :  Bagaimana  caranya menggunakan  sumber-sumber  daya  atau  pendapatan  tertentu  agar  penggunaan tersebut  dapat  memberikan  kepuasan  dan  kemakmuran  yang  maksimum  kepada individu dan masyarakat ?? 

    Perkembangan  ilmu ekonomi  sudah dimulai oleh ARISTOTELES  sejak 350 SM dan  baru menjadi disiplin  ilmu  tersendiri  sejak  tahun 1776 dengan pelopor ADAM SMITH.  Sedang  ilmu  ekonomi  mikro  yang  kita  kenal  sekarang  dirintis pengembangannya  oleh  ALFRED  MARSHAL  dalam  tahun  1870-an  dengan bukunya : “Principle of Economics”.


    Maka Esensi yang dapat kita ambil dari definisi diatas yaitu :
    1. Sumber  pemuas manusia itu terbatas adanya, sebab kebutuhan itu sendiri relatif jumlahnya. Tidak ada manusia yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
    2. Bagaimana  cara  yang  terbaik  untuk  menetapkan  pikiran  diantara berbagai  alternatif  yang  ada  dengan  mengamati  aktivitas  dan  interaksi  di  antara “Economic Agents “ (konsumen, produser, dan pemerintah). 
    II. Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga 

    Masalah Pokok Ekonomi yang Di Alami Produsen
    Masalah pokok ekonomi yang di alami oleh produen dalam kehidupannya sehari-hari yakni adalah masa kelangkaan atau kekurangannya barang-barang yang dibutuhkan karena sebagai akibat dari ketidak seimbangannya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dan tidak terkontrol, dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas dan tentunya cepat habis karena terpakai dan terkonsumsi. Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern kini, meliputi berbagai jenis kegiatan ekonomi, yaitu  produksi, konsumsi dan perdagangan (perjual-belian). Berikut ini merupakn point-point dari kegiatan ekonomi tersebut :
    1. What to produce > Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi , karena sumber daya yang terbatas sementara kebutuhan yang tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dapat diproduksi dengan praktis dan cepat. Suatu masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat diproduksi.  Karena hal ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk 
    2. How to produce >Menentukan cara barang diproduksi. Dalam hal ini metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, pelaku produksi memerlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien dalam pelaksanannya, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental.
    3. To whom > Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi. Salah satu masalah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana memberi balas jasa atas warga yang bekerja lebih banyak daripada yang lainnya.Masalah distribusi juga terkat dengan pertanyaan bagaimana memberi jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan hasil produksi di dalam ekonomi, sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak sekolah dan orang tua jompo. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan jasa secara adil dalam jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang dimaksud dengan adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masing-masing .
    Masalah Ekonomi Bagi Konsumen.
    Kebutuhan hidup manusia saat ini dan masa depan itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.

    Pokok permasalahan :
    Bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam?

    Kesimpulan yang dapat diambil dari bahasan masalah pokok ekonomi dan mekanisme harga kita ditekankan kepada bagaimana proses terjadinya ekonomi sebagai sudut pandang dari produsen yang berusaha memuaskan konsumen dan konsumen yang sebaliknya memberikan saran kepada produsen bagaimana supaya keinginannya dapat terpenuhi.

    III. Sistem Perekonomian

    Sistem ekonomi adalah cara untuk mengatur atau mengorganisasi seluruh aktivitas ekonomi, baik ekonomi rumah tangga negara atau pemerintah, maupun rumah tangga masyarakat atau swasta. Aktivitas ekonomi yang dimaksudkan di sini adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Sistem perekonomian sekarang ini jauh lebih kompleks seiring berkembangnya kegiatan perekonomian suatu negara, sehingga dapat menjawab tiga pertanyaan pokok what (apa dan berapa banyak barang diproduksi), how (bagaimana cara memproduksi), dan for whom (untuk siapa barang diproduksi). 

    Pada dasarnya sistem ekonomi bisa dibagi menjadi empat sistem yang mendasar sebagai berikut :

    1. Sistem Ekonomi Tradisional
    Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter (natura), belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.

    Ciri-ciri : 
    1. Belum ada pembagian kerja
    2. Pertukaran dengan sistem barter
    3. Jenis produksi ditentukan sesuai dengan kebutuhan
    4. Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan
    5. Bertumpu pada sektor agraris
    6. Keadaan masyarakatnya masih statis, tradisional, dan miskin
    Kelebihan : 
    1. Setiap masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen
    2. Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan
    3. Dengan sistem pertukaran barter, masyarakat cenderung bertindak jujur
    Kelemahan :
    1. Tidak ada kerja sama antarindividu atau masyarakat 
    2. Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan
    3. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan
    4. Sulit menetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan
    2. Sistem Ekonomi Kerakyatan
    Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia bardasar atas demokrasi ekonomi, artinya produksi dikerjakan oleh semua masyarakat, dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Sistem ekonomi di Indonesia berdasar Pancasila, UUD 1945, serta GBHN, sehingga disebut sebagai “sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi Pancasila”.

    Demokrasi ekonomi yang diterapkan di Indonesia mengandung ciri-ciri positif sebagai berikut :
    • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 
    • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 
    • Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 
    • Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula. 
    • Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. 
    • Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak. 
    • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat. 
    • Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. 
    Ciri negatif dalam sistem perekonomian Indonesia yang harus dihindarkan di antaranya sebagai berikut : 
    • Sistem free fight liberalism, yakni yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain.
    • Sistem etatisme, yakni negara serta aparatur ekonomi bersifat dominan, mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit ekonomi di luar sektor negara. 
    • Monopoli, yakni pemusatan kekuasaan ekonomi pada satu kelompok.
    3. Sistem Ekonomi Liberal
    Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem di mana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi. Sistem ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Adam Smith (1723–1790) dalam bukunya yang berjudul ‘The Wealth of Nations’, yang diterbitkannya pada tahun 1776, dengan ajaran pokoknya memberikan kebebasan perseorangan di setiap sektor ekonomi.

    Ciri-ciri :
    1. Hak milik atas alat produksi di tangan perorangan.
    2. Harga barang ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar.
    3. Adanya persaingan bebas.
    4. Tidak ada campur tangan pemerintah dalam perekonomian.
    5. Modal memegang peran penting.
    6. Terbuka kesempatan bagi individu untuk mengejar keuntungan. 
    Kelebihan :
    1. Dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas barang yang diproduksi.
    2. Terdorong untuk mengejar kemakmuran bagi dirinya sendiri.
    3.  Setiap orang atau pengusaha termotivasi mencari keuntungan.
    4.  Pemilihan sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan. 
    Kelemahan : 
    1. Menimbulkan persaingan tidak sehat.
    2. Terdapat kesenjangan kaya dan miskin.
    3.  Menimbulkan monopoli.
    4. Terdapat eksploitasi SDM.
    5. Pemanfaatan SDA sering tidak memerhatikan kelestarian lingkungan.
    4. Sistem Ekonomi Sosialis/Terpusat
    Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan. Sistem ekonomi ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Karl Marx dalam bukunya yang berjudul ‘Das Kapital’ tahun 1867. Jadi sistem ini lebih bersifat memerintah, karena campur tangan pemerintah di bidang ekonomi melakukan pembatasan-pembatasan atas kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. 

    Ciri-ciri :
    1.  Perencanaan disusun oleh pemerintah pusat.
    2.  Semua alat produksi dikuasai oleh negara.
    3. Produksi, distribusi, dan konsumsi diatur secara terpusat.
    4.  Inisiatif dan hak milik perorangan dibatasi.
    Kelebihan :
    1. Pemerintah bertanggung jawab penuh dalam perekonomian.
    2.  Relatif tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin.
    3.  Hasil produksi dapat dinikmati secara rata.
    4. Mudah melakukan pengendalian harga.
    Kelemahan : 
    1. Hak milik perorangan sangat dibatasi dan rakyat kurang memiliki pilihan.
    2.  Potensi dan daya kreasi tidak berkembang.
    3. Tidak terdapat kebebasan individu.
    5. Sistem Ekonomi Campuran (Sosialis dan Liberal)
    Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Pada sistem ekonomi campuran, antara pemerintah dengan masyarakat atau swasta bersama-sama untuk ikut meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah sebagai pengendali dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

    Ciri-ciri :
    1. Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian.
    2. Pihak swasta ikut berperan dalam kegiatan perekonomian.
    Kelebihan :
    1. Sektor ekonomi pemerintah dan swasta terpisah secara jelas.
    2. Fluktuasi harga dapat lebih terkendali.
    3. Hak milik perorangan diakui dan pemerintah mendorongnya.
    Kelemahan :
    1.  Jika peran pemerintah mendominasi akan timbul etatisme.
    2. Jika peran swasta mendominasi, akan timbul monopoli yang merugikan masyarakat.
    Sumber : 
    1. http://koriistikomahngeblogs.blogspot.com/2011/02/definisi-dan-metologi-ekonomi-masalah.html  http://mvzekonomi.blogspot.com/2012/02/definisi-dan-metodologi-ekonomi.html 
    2. http://rosdianya.wordpress.com/2012/05/08/masalah-pokok-ekonomi-pengaruh-mekanisme-harga/
    3. http://www.plengdut.com/2013/01/macam-macam-sistem-ekonomi.html 

    Sabtu, 05 Januari 2013

    Tugas Softskill 3 "Studi Kasus Konflik Organisasi"

    1. KONFLIK ORGANISASI

    Konflik organisasi adalah interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.

    2. JENIS DAN SUMBER KONFLIK

    Jenis Konflik
    Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 yaitu :
    1. Konflik antara atau peran sosial, misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi.
    2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial.
    3. Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir.
    4. Konflik antar satuan nasional.
    5. Konflik antar atau tidak antar agama.
    6. Konflik antar politik.
    Sumber Konflik
    • Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. 
    Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda.
    • Perbedaan latarbelakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
    Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
    • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
    Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya.
    • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
    Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.

    3. STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
    Penyelesaian  konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah sebagai berikut :
    • Kompetisi : Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
    • Akomodasi : Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
    • Sharing : Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
    • Kolaborasi : Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
    • Penghindaran : Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain. 
    Mengendalikan konflik berarti menjaga tingakat konflik yang kondusif bagi perkembangan organisasi sehingga dapat berfungsi untuk menjamin efektivitas dan dinamika organisasi yang optimal. Namun bila konflik telah terlalu besar dan disfungsional, maka konflik perlu diturunkan intensitasnya, antara lain dengan cara :

    1. Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja. 
    2. Meminimalkan kondisi ketidak-tergantungan. Menghindari terjadinya eksklusivisme diatara unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau lebih unit kerja. 
    3. Memperbesar sumber-sumber organisasi seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja. 
    4. Membentuk forum bersama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah bersama. Pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan permasalahannya atas dasar kepentingan yang sama. 
    5. Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan mendengarkan dan membuat keputusan. 
    6. Pelembagaan kewenangan formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan. 
    7. Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama. 
    8. Me-redesign kriteria evaluasi dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang dianggap adil dan acceptable dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.
    Metode Penyelesaian Konflik
    Ada tiga metode penyelesaian konflik yang sering digunakan, yaitu dominasi atau penekanan, kompromi, dan pemecahan masalah integratif. Dominasi atau penekanan. Dominasi atau penekanan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
    1. Kekerasan (forcing) yang bersifat penekanan otokratik.
    2. Penenangan (smoothing), merupakan cara yang lebih diplomatis.
    3. Penghindaran (avoidance) dimana manajer menghindar untuk mengambil posisi yang tegas.
    4. Aturan mayoritas (majority rule), mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara (voting) melalui prosedur yang adil. Kompromi, manajer mencoba menyelesaikan konflik melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak yang bertikai.
    4. MOTIVASI DAN TEORI MOTIVASI

    Berikut pengertian mengenai motivasi : 
    1. Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. (Mr. Donald : 1950).
    2. Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan / tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan / keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan. (Drs. Moh. Uzer Usman : 2000).
    3. Motivasi adalah kekuatan tersembunyi di dalam diri kita yang mendorong kita untuk berkelakuan dan bertindak dengan cara yang khas (Davies, Ivor K : 1986).
    4. Motivasi adalah usaha – usaha untuk menyediakan kondisi – kondisi sehingga anak itu mau melakukan sesuatu (Prof. Drs. Nasution : 1995).
    Teori Motivasi

    Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
    Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara satu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Apabila pegawai kebutuhannya tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Sebaliknya, jika kebutuhannya terpenuhi amak pegawai tersebut akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puasnya.
    Kebutuhan merupakan fundamen yang mendasari perilaku pegawai. Karena tidak mungkin memahami perilaku tanpa mengerti kebutuhannya. Abraham Maslow (Mangkunegara, 2005) mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut :
    1. Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernapas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar. 
    2. Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan diri dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup. 
    3. Kebutuhan untuk rasa memiliki (sosial), yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai. 
    4. Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain. 
    5. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, gagasan dan kritik terhadap sesuatu
    Teori Keadilan
    Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat  kerja seseorang, jadi perusahaan harus bertindak adil terhadap setiap karyawannya. Penilaian dan pengakuan mengenai perilaku karyawan harus dilakukan secara obyektif. Teori ini melihat perbandingan seseorang dengan orang lain sebagai referensi berdasarkan input dan juga hasil atau kontribusi masing-masing karyawan (Robbins, 2007).

    Teori X dan Y
    Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata mengenai manusia. Pandangan pertama pada dasarnya negative disebut teori X, dan yang kedua pada dasarnya positif disebut teori Y (Robbins, 2007). McGregor menyimpulkan bahwa  pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.

    Teori dua Faktor Herzberg
    Teori ini dikemukakan oleh Frederick Herzberg dengan asumsi bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa sikap individu terhadap pekerjaan bias sangat baik menentukan keberhasilan atau kegagalan. (Robbins, 2007). Herzberg memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivator intrinsik dan bawa ketidakpuasan kerja berasal dari  ketidakberadaan faktor-faktor ekstrinsik. Faktor-faktor ekstrinsik (konteks pekerjaan) meliputi :
    1.  Upah
    2. Kondisi kerja
    3. Keamanan kerja
    4. Status
    5. Prosedur perusahaan
    6. Mutu penyeliaan
    7. Mutu hubungan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan, dan bawahan
    Keberadaan kondisi-kondisi ini terhadap kepuasan karyawan tidak selalu memotivasi mereka. Tetapi ketidakberadaannya menyebabkan ketidakpuasan bagi karyawan, karena mereka perlu mempertahankan setidaknya suatu tingkat ”tidak ada kepuasan”, kondisi ekstrinsik disebut ketidakpuasan,atau faktor hygiene. Faktor Intrinsik meliputi :
    1. Pencapaian prestasi
    2. Pengakuan
    3. Tanggung Jawab
    4.  Kemajuan
    5.  Pekerjaan itu sendiri
    6. Kemungkinan berkembang.
    Tidak adanya kondisi-kondisi ini bukan berarti membuktikan kondisi sangat tidak puas. Tetapi jika ada, akan membentuk motivasi yang kuat yang menghasilkan prestasi kerja yang baik. Oleh karena itu, faktor ekstrinsik tersebut disebut sebagai pemuas atau motivator.

    Teori Kebutuhan McClelland
    Teori kebutuhan McClelland dikemukakan oleh David McClelland dan kawan-kawannya. Teori ini berfokus pada tiga kebutuhan, yaitu (Robbins, 2007) :
    • Kebutuhan pencapaian (need for achievement) : Dorongan untuk berprestasi dan mengungguli, mencapai standar-standar, dan berusaha keras untuk berhasil. 
    • Kebutuhan akan kekuatan (need for pewer) : kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya. 
    • Kebutuhan hubungan (need for affiliation) : Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab.
    Apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu . Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah :
    1. Persepsi seseorang mengenai diri sendiri
    2. Harga diri
    3. Harapan pribadi
    4. Kebutuhaan
    5. Keinginan
    6. Kepuasan kerja
    7. Prestasi kerja yang dihasilkan.
    Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah :
    1. Jenis dan sifat pekerjaan
    2. Kelompok kerja dimana seseorang bergabung
    3. Organisasi tempat bekerja
    4. Situasi lingkungan pada umumnya
    5. Sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.
    STUDI KASUS KONFLIK ORGANISASI
    Contoh : Permasalahan dalam organisasi salah satu kelas di SMA CAKRAWALA.

    Pada tahun ajaran baru semester ganjil, dibentuk kepengurusan kelas baru misalnya ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan anggota-anggota yang lain.

    2 bulan kepengurusan sudah berjalan, seorang sekretaris mengecek perlengkapan di kelas seperti sapu, kain lap, spidol, penghapus dll. Beberapa perlengkapan kelas sudah ada yang rusak bahkan hilang. Sekretaris dan anggota lain pun melapor hal tersebut kepada ketua kelas. Yang tentu saja langsung direspon dengan baik oleh ketua kelas. Ketua kelas, wakil dan bendahara merundingkan hal itu agar mendapat penyelesaian yang tepat. Dan di dapatkan solusi dengan cara mengadakan uang kas yang dimana hasil uang tersebut tiap minggunya disisihkan sebagian untuk membeli perlengkapan kelas yang hilang/rusak. Masing-masing siswa untuk uang kas dikenakan Rp 5000 perminggu. Ketua kelas akhirnya mengumumkan kepada siswanya agar menyetujui. Tetapi ada siswa kurang setuju karena alasan Rp 5000 terlalu berat buat dirinya. Ketua kelas mengambil kesimpulan uang kas bisa di cicil setiap harinya agar tidak terlalu terbebani. Dengan sedikit konflik yang terjadi tadi karena ada yang kurang setuju, akhirnya di sepakati oleh semua siswa-siswi dikelas itu uang untuk di cicil 1000 perhari.

    Setelah uang kas terkumpul selama 1 minggu di dapatkan hasil sebesar Rp 150.000 dengan jumlah 30 siswa di kelas itu. uang kas yang didapat langsung di belikan semua perlengkapan kelas yang rusak/hilang.

    Dari kasus diatas, dapat disimpulkan terjadi konflik antara pengurus kelas yaitu ketua kelas dengan anggotanya (siswa). Konflik yang terjadi yaitu anggota (siswa) kurang menyetujui pendapat mengenai solusi yang diambil ketua kelas yang dianggap mengambil keputusan secara sepihak atau dibicarakan hanya kepada pengurus kelas (wakil, bendahara, sekretaris) saja tidak kepada siswa/anggota lain.
    Penyelesaian atas konflik tersebut dengan cara merundingkan atau menyepakati setiap permasalahan yang ada di kelas kepada seluruh anggota kelas dan tidak hanya kepada orang tertentu saja sehingga semua anggota merasa di libatkan dalam solusi yang diatasi pengurus.

    Sumber : 
    http://id.wikipedia.org/wiki
    http://tkampus.blogspot.com/2012/04/pengertian-motivasi-dan-teori-teori.html