Miftahul Jannah

Senin, 03 Juni 2013

Pertemuan ke 6 & 7 Ongkos dan Penerimaan

Ongkos merupaka kurva yang menunjukkan berhubungan satu sama lain antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.

1. Macam - macam Ongkos 
  • Total Fixed Cost (Onkos Total Tetap) Total Fixed Cost atau yang disebut juga ongkos total tetap adalah jumlah ongkos yang tetap dan yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Sebagai contohnya adalah sewa, penyusutan dan sebagainya. 
  • Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total) Total Variabel Cost atau bisa juga disebut ongkos variabel total adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkah yang dihasilkan. Sebagai contohnya adalah tenaga kerja, ongkos bahan mentah dan sebagainya. 
  • Total Cost (Ongkos Total) Total Cost atau yang lebih dikenal sebagai Ongkos total adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos variabel. 
  • Average Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-Rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output. AFN = TFC = Q = TINGKAT OUTPUT Q 
  • Average Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. AVC = TVC Q 
  • Average Total Cost (Ongkos Total Rata-rata) adalah suatu ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output. ATC = TC Q 
  • Marginal Cost (Ongkos Marginal) yaitu tambahan atau berkurangnya suatu ongkos total karena bertambahnya ataupun berkurangnya suatu unit output. MC = TC = TVC Q Q  
2. Kurva Ongkos

Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.
Gambar 1. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang
Gambar 2. KurvaBiaya Total
Gambar 3. Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata
Gambar 4. Long Run Average Cost Curve
Gambar 5. Kemungkinan Kapasitas Produksi
3. Penerimaan (Revenue)
Penerimaan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya. 

Macam-macam revenue sebagai berikut :
  • Total Revenue (TR) adalah penerimaan total dari hasil penjualan output. TR = P.Q dimana : P=Price / harga, Q= Quantity / Jumlah barang 
  • Average Revenue (AR) adalah penerimaan per unit dari penjualan output. AR = TR / Q = P.Q / Q = P Jadi AR = P 
  • Marginal Revenue (MR) adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output. MR = ∆TR / ∆Q
Sifat-sifat dari konsep revenue sebagai berikut :
  • Total Revenue naik pada saat Eh dari kurva permintaan (AR) lebih dari 1 yang berarti penurunan harga 1 %, berakibat kenaikan permintaan lebih dari 1 %.Total Revenue maksimum pada Eh = 1. 
  • Total Revenue turun pada saat Eh < 1 yang berarti penurunan harga 1 % berakibat kenaikan permintaan kurang dari 1 %.
Jenis-jenis Penerimaan :
  1. Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi). 
  2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual. 
  3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.
Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal. Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
  1. Positif
  2. Sama dengan nol
  3. Negatif
Dalam bentuk tabel dapat diperlihat salah satu contoh untuk kasus harga tetap/kurva permintaan mendatar.
Data jumlah Produksi, ongkos dan Penerimaan Produksi.
Q
AR = P
TR
TC
AC= TC/Q
II
MR
MC
0
100
0
145
-
-145
-
-
1
100
100
175
175
-75
100
30
2
100
200
200
100
0
100
25
3
100
300
220
75,3
80
100
20
4
100
400
250
62,5
150
100
30
5
100
500
300
60
200
100
50
6
100
600
370
61,6
230
100
70
7
100
700
460
65,7
240
100
90
8
100
800
570
71,3
230
100
110
Gambar dari tabel diatas dapat digambarkan dengan dua cara :
(1)  Marginal analysis dan
(2)  Total analysis

4. Keuntungan Maximum
Keuntungan maksimum adalah keuntungan penuh dari output yang telah di produksi sebelumnya.

1. Pendekatan Total
Laba Total (p) adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC.  Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.

Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut :
  1. Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum. 
  2. Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.
Hasil Penjualan Total, seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barang yang diproduksikannya di namakan hasil penjualan total (TR yaitu dari perkataan Total Revenue). Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.


Mencari Keuntungan Dengan Pendekatan Total
Kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Produksi mencapai diantara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR, perusahaan memperoleh keuntungan.Menentukan Keuntungan Maksimum dengan Kurva Biaya dan Penjualan Total.Garis tegak di antara TC dan TR, garis tegak yang terpanjang produksi adalah 7 unit, menggambarkan keuntungan yang paling maksimum. Produksi mencapai 10 unit atau lebih kurva TC telah beada di atas kurva TR kembali, perusahaan mengalami kerugian kembali. Perpotongan di antara kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even point) yang menggambarkan biaya total yang dikeluarkan perusahaan adalah sama dengan hasil penjualan  total yang diterimanya. Perpotongan tersebut berlaku di dua titik, yaitu titik A dan titik B.

2. Pendekatan Marginal
Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC). Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output.  

Secara matematis dirumuskan :
Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan. Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya. Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.



Mencari Keuntungan Maksimum Dengan Pendekatan Marginal
Pendekatan Biaya Marjinal dan Hasil Penjualan Marjinal. Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan (atau keadaan keseimbangan perusahaan) yaitu : 
  • Mendapat untung luar biasa (untung melebihi normal) 
  • Mendapat untung normal  
  • Mengalami kerugaian tetapi masih dapat membayar biaya berubah 
  • Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.
3. Pendekatan Rata-rata
Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.

Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna :


 

Contoh Soal !!!
Sebuah pabrik Sepatu dengan Merk " ELF" mempunyai biaya tetap (FC) = 2.000.000; biaya untuk membuat sebuah sandal Rp 1600; apabila sandal tersebut dijual dengan harga Rp 2.000, maka :
Ditanya :
a. Fungsi biaya total (C), fungsi penerimaan total ( TR) dan Variable Cost.
b. Pada saat kapan pabrik sandal mencapai BEP
c. Untung atau rugikah apabila memproduksi 7.000 unit

Jawab:
a. FC = Rp 2.000.000
    VC= Rp 500.
    Fungsi biaya variabel VC = 1600  Q ..........................................................................(1)
    Fungsi biaya total C = FC + VC     -----> C = 2.000.000 + 1600 Q ..........................(2)
    Fungsi penerimaan total  TR = P.Q -----> TR = 2.000 Q ..........................................(3)

b. Break Even Point terjadi pada saat TR = TC
    2.000 Q  = Rp 2.000.000 + 1600 Q
    2.000 Q - 1600 Q = 2.000.000
     400 Q = 2.000.000
     Q = 5.000 unit
    Pabrik roti akan  mengalami BEP pada saat Q = 5.000 unit
    Pada biaya total  C = 2.000.000 + 1600 ( 5.000)
                              C = 10.000.000

c. Pada saat memproduksi Q = 7000 unit
    TR = P.Q
          = 2.000  X  7.000
          = 14.000.000

    C  = 2.000.000 + 1600 (Q)
         = 2.000.000 + 1600 ( 7.000)
         = 2.000.000 + 11.200.000
         = 13.200.000
 

Bila  TR > TC, maka keadaan laba / untung. 
laba = TR - TC
       = 14.000.00 – 13.200.000
       = 800.000
 

Bila hanya memproduksi 1.000 unit maka akan mengalami kerugian sebesar :
Rugi = TR - TC
        = 2.000 (1.000)  - 2.000.000 + 1.600 ( 1.000)
        = 2.000.000 – 3.600.000
        = 1.600.000

Sumber : 
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/macam-macam-ongkos/
http://idadwiw.wordpress.com/2012/06/30/macam-macam-ongkos-dan-kurva-ongkos/
http://jausaja.wordpress.com/2011/04/11/penerimaan-revenue/
http://upadama.blogspot.com/2011/05/keuntungan-maximum.html

Senin, 29 April 2013

Pertemuan ke 5 Perilaku Produsen

Perilaku Produsen

Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.

Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.

Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pengarahan
d. Pengendalian

I. Produsen dan Fungsi Produksi

Orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan  faktor – faktor produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.

1. Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut : 
  • Alam 
  • Tenaga kerja
2. Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.

Tujuan produsen untuk memproduksi barangnya jelas, untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kehidupan sehari-harinya. Guna suatu barang atau jasa yang timbul karena kegiatan produksi dapat dibedakan sebagai berikut :

1.      guna bentuk (form utility)
2.      guna tempat (place utility)
3.      guna waktu (time utility)
4.      guna kepemilikan (ownership utility)
5.      guna pelayanan (service utility)
6.      guna dasar (basic utility)

Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan jika kita menjual komputer/laptop, komputer/laptop yang akan kita jual bisa dijual dengan beberapa cara. Termasuk bila komposisinya diubah, maka hasil penjualannya juga berubah.Namundemikian, outputnya akan tetap sama. Misalnya untuk mencapai produksi komputer/laptop yang maksimal, maka diutuhkan beberapa tenaga manusia. Fungsi produksi dapat dituliskan sebagai berikut Q = f (L, R, C, T)

Dimana :

Q         = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F          = symbol persamaan (function)
L          = tenaga kerja (labour)
R         = kekayaan alam (resources)
C         = modal (capital)
T          = teknologi (technology)

Contoh Soal !!!

Diketahui fungsi produksi dengan dua input K dan L adalah sebagai berikut : Q = 40L + 150K – L2 – K2
Data yang tersedia 4400 sedangkan harga satuan L adalah $20 dan satuan K adalah $50. Carilah kombinasi pnggunaan input yang optima dan besarnya produksi.
Jawab :
Z      = f(Q) + λ[f(c)]
        = 40 + 150K – L2 – K2 + λ (4400 – 20L – 50K)
      

Dengan Menggunakan Metode Eliminasi terhadap (1), (2), (3) diperoleh L = 21,7; K = 79,3 dan Q = 6003,6





II. Produksi Optimal

Produksi adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak langsung ditunjukkan untuk menghasilkan barang dan jasa atau mempertinggi faedah barang guna memenuhi kebutuhan manusia. Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang/jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi meliputi : 
  • factor produksi alam
  • factor produksi tenaga kerja manusia
  • factor produksi modal
  • factor produksi kewirausahaan
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai.

III. Least Cost Combination

Least Cost Combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu.

Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi.
Garis harga faktor juga dikenal sebagai garis isocost karena mewakili berbagai kombinasi input yang dapat dibeli untuk jumlah uang yang diberikan dialokasikan. Dengan menggabungkan isoquant dan garis harga faktor, seseorang dapat mengetahui kombinasi optimal faktor-faktor yang akan memaksimalkan output.

Sumber :

Sabtu, 30 Maret 2013

Pertemuan ke 3 & 4 Perilaku Konsumen

1. Pendahuluan

Perilaku konsumen 
Proses ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta mengevaluasi produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu.

2. Pendekatan Perilaku Konsumen 

Konsumen adalah orang yang memakai barang – barang hasil produksi. Pada saat melakukan  aktivitas sehari – hari, antara lain untuk memenuhi kebutuhan hidup, semua orang melakukan kegiatan konsumsi. Konsumsi adalah setiap kegiatan yang mengurangi atau menghabiskan kegunaan dari suatu barang atau jasa. Konsumsi bukan hanya berarti makan dan minum, tetapi juga berbagai kegiatan lainnya yang menyangkut pemenuhan kebutuhan hidup. Konsumen memperoleh barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari produsen. Untuk menghasilkan barang dan jasa ini, produsen membutuhkan faktor produksi dalam rumah tangga seperti tenaga kerja, modal, tanah, dan lain-lain.

Terbentuknya fungsi permintaan konsumen karena adanya pendekatan. Berikut terdapat 2 pendekatan yang sering digunakan yaitu : 

" Pendekatan Kardinal "
Daya guna yang dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung pada subjek yang menilai. Pendekatan ini juga mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka akan semakin diminati. pendekatan ini memiliki asumsi, seperti : 
  • Konsumen rasional : konsumen yang bertujuan untuk memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
  • Diminishing Marginal Utility : tambahan utilitas yang diperoleh konsumen semakin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari komoditas tersebut. 
  • Uang mempunyai nilai subjektif tetap.
  • Pendapatan konsumen tetap.
  • Total utility adalah daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing – masing barang yang dikonsumsi dan daya guna pertama yang tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang kedua, ketiga, keempat dan sebaliknya.
" Pendekatan Ordinal "
Daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah independent curve yang berarti kurva yang menunjukkan kombinasi 2 macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Pendekatan ini memiliki asumsi, seperti : 
  • Konsumen rasional
  • Konsumen yang konsisten
  • Konsumen yang memiliki sejumlah uang tertentu
  • Konsumen bersifat rasional
  • Konsumen selalu berusaha untuk mendapatkan kepuasan maksimal
  • Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yan disusun
3. Konsep Elastisitas 

Berikut ini ada 3 macam konsep elastisitas yaitu :
  1. Elastisitas Harga : Persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang itu sebesar satu persen. 
  2. Elastisitas Silang : Persentase jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan sebesar satu persen.
  3. Elastisitas Pendapatan : Persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan rill konsumen sebesar satu persen.
Sumber :

Jumat, 29 Maret 2013

Pertemuan ke 2 Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

1. Pengertian Permintaan dan Penawaran
  • Permintaan dalam istilah ekonomi disebut demand adalah jumlah barang dan jasa yang berada di pasar dengan harga tertentu dan pada waktu tertentu yang akan dibeli oleh konsumen. 
  • Penawaran adalah setiap produsen yang menghasilkan barang dan jasa tertentu dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dengan cara menjual hasil produk.
    2. Hukum Permintaan dan Penawaran
    1. Hukum Permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta. Hukum permintaan menyatakan bahwa antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta mempunyai hubungan terbalik. Yang berbunyi : “Apabila haraga barang/jasa mengalami kenaikan maka jumlah barang/jasa yang diminta mengalami penurunan, sebaliknya jika harga barang/jasa mengalami penurunan maka jumlah barang/jasa yang diminta mengalami kenaikan.” 
    2. Hukum Penawaran menyatakan bahwa antara harga dengan jumlah barang atau jasa memiliki hubungan berbanding lurus. Yang berbunyi : “Apabila harga barang/jasa mengalami kenaikan maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan juga mengalami kenaikan sebaliknya apabila harga barang/jasa mengalami penurunan maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan juga mengalami penurunan.”               
    3. Faktor - faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

    Yang Memperngaruhi Permintaan seperti : 
    1. Terjadinya perubahan selera konsumen : contohnya 1-2 tahun belakangan ini banyak yang memilih hp blackberry sebagai alat komunikasi, mungkin untuk beberapa tahun kedepan selera konsumen sudah berubah sesuai dengan jamannya dengan muncul beberapa gadget yang lebih canggih. 
    2. Adanya perubahan pendapatan masyarakat : Pendapatan masyarakat bermacam-macam sesuai dengan jenis pekerjaannya.
    3. Perubahan jumlah penduduk : semakin lama total jumlah penduduk semakin banyak
    4. Tingkat intensitas kebutuhan : contohnya ketika bulan ramadhan banyak permintaan stok buah-buahan atau makanan manis untuk berbuka puasa. 
    5. Adanya barang-barang substitusi
    6. Adanya perubahan harga barang atau jasa yang bersangkutan
    Yang Mempengaruhi Penawaran seperti :
    1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
    2. Ketersediaan dan harga barang pelengkap
    3. Perkiraan harga untuk masa depan
    4. Tujuan perusahan
    5. Pajak
    4. Penentuan Harga Keseimbangan
    Harga Keseimbangan adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan dipasar hasil dari kesepakatan antara pembeli dan penjual dimana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan sudah dicapai, maka titik keseimbangan akan bertahan lama dan menjadi patokan pembeli dan penjual dalam menentukan harga. 

    CONTOH SOAL PERMINTAAN

    Pada saat harga mangga Rp. 7000 per Kg permintaan akan mangga tersebut sebanyak 1000 Kg, tetapi pada saat harga mangga meningkat menjadi Rp 10.000 Per Kg permintaan akan mangga menurun menjadi  700 Kg,  buatlah fungsi permntaannya ?
    Jawab : 

    Dari soal diatas diperoleh data :
    P1 = Rp. 7.000      Q1 = 1000 Kg
    P2 = Rp. 10.000      Q2 = 700 Kg

    untuk  menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni :
    y - y1            x - x1
    ------    =    --------
    y2 - y1         x2 - x1

    dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,
    P - P1           Q - Q1
    -------    =    --------
    P2 - P1         Q2 - Q1

    mari kita masukan data diatas kedalam rumus :
        P    -     7000                     Q - 1000
    -----------------------  = ----------------
       10.000 -  7.000                   700 - 1000

               P - 7.000                 Q - 1000
    ----------------------- = ----------------
                 3.000                        -300

     P - 7.000 (-300)    =  3.000 (Q - 1000)
    -300P + 2.100.000 = 3000Q - 3.000.000
    3000Q = 2.100.000 + 3.000.000 - 300P
    Q = 1/3000 (5.100.000 - 300P)
    Q = 1700 - 0,1P //

    Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 1700 - 0,1P //

    CONTOH SOAL PENAWARAN 
    Pada saat harga melon Rp. 5.000 perbuah toko A hanya mampu menjual melon sebanyak 100 buah, dan pada saat harga melon Rp. 6.000 perbuah toko A mampu menjual melon lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?
    Jawab :

    dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
    P1 = 5.000     Q1 = 100 buah
    P2 = 6.000     Q2 = 200 buah

    Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:
     P - P1        Q - Q1
    --------  =  ---------
    P2 - P1      Q2 - Q1

        P  - 5.000         Q - 100
    --------------  = -------------
    6.000 - 5.000      200 - 100

         P - 5.000           Q - 100
    --------------   =  -------------
            1.000                 100
    (P - 5.000)(100) = (Q - 100) (1.000)
    100P - 500.000  = 1.000Q - 100.000
    1.000Q = -500.000 + 100.000 + 100P
    1.000Q = -400.000 + 100P
    Q = 1/1000 (-400.000 + 100P )
    Q = -400 + 0.1P //

    Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -400 + 0,1P //

    Sumber : 

    Senin, 25 Maret 2013

    Pertemuan ke 1 Ruang Lingkup Ekonomi

    I. Definisi dan Metologi Ekonomi

    Definisi Ilmu Ekonomi
    Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity). Kata “ekonomi” berasal dari Yunani. Oikos yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan nomos yang berarti peraturan, aturan, hukum. Secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. 

    Menurut  Profesor  P.  A. Semuelson, ilmu ekonomi adalah :
    “Suatu  studi  mengenai  individu-individu  dan  masyarakat  membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan  sumber-sumber daya yang terbatas, tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumen, sekarang dan di masa datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat”. 

    Dengan demikian persoalan pokok yang diterangkan dalam analisis ekonomi pada  hakekatnya  bertujuan  untuk  menjawab  pertanyaan  :  Bagaimana  caranya menggunakan  sumber-sumber  daya  atau  pendapatan  tertentu  agar  penggunaan tersebut  dapat  memberikan  kepuasan  dan  kemakmuran  yang  maksimum  kepada individu dan masyarakat ?? 

    Perkembangan  ilmu ekonomi  sudah dimulai oleh ARISTOTELES  sejak 350 SM dan  baru menjadi disiplin  ilmu  tersendiri  sejak  tahun 1776 dengan pelopor ADAM SMITH.  Sedang  ilmu  ekonomi  mikro  yang  kita  kenal  sekarang  dirintis pengembangannya  oleh  ALFRED  MARSHAL  dalam  tahun  1870-an  dengan bukunya : “Principle of Economics”.


    Maka Esensi yang dapat kita ambil dari definisi diatas yaitu :
    1. Sumber  pemuas manusia itu terbatas adanya, sebab kebutuhan itu sendiri relatif jumlahnya. Tidak ada manusia yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
    2. Bagaimana  cara  yang  terbaik  untuk  menetapkan  pikiran  diantara berbagai  alternatif  yang  ada  dengan  mengamati  aktivitas  dan  interaksi  di  antara “Economic Agents “ (konsumen, produser, dan pemerintah). 
    II. Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga 

    Masalah Pokok Ekonomi yang Di Alami Produsen
    Masalah pokok ekonomi yang di alami oleh produen dalam kehidupannya sehari-hari yakni adalah masa kelangkaan atau kekurangannya barang-barang yang dibutuhkan karena sebagai akibat dari ketidak seimbangannya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dan tidak terkontrol, dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas dan tentunya cepat habis karena terpakai dan terkonsumsi. Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern kini, meliputi berbagai jenis kegiatan ekonomi, yaitu  produksi, konsumsi dan perdagangan (perjual-belian). Berikut ini merupakn point-point dari kegiatan ekonomi tersebut :
    1. What to produce > Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi , karena sumber daya yang terbatas sementara kebutuhan yang tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dapat diproduksi dengan praktis dan cepat. Suatu masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat diproduksi.  Karena hal ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk 
    2. How to produce >Menentukan cara barang diproduksi. Dalam hal ini metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, pelaku produksi memerlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien dalam pelaksanannya, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental.
    3. To whom > Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi. Salah satu masalah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana memberi balas jasa atas warga yang bekerja lebih banyak daripada yang lainnya.Masalah distribusi juga terkat dengan pertanyaan bagaimana memberi jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan hasil produksi di dalam ekonomi, sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak sekolah dan orang tua jompo. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan jasa secara adil dalam jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang dimaksud dengan adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masing-masing .
    Masalah Ekonomi Bagi Konsumen.
    Kebutuhan hidup manusia saat ini dan masa depan itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.

    Pokok permasalahan :
    Bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam?

    Kesimpulan yang dapat diambil dari bahasan masalah pokok ekonomi dan mekanisme harga kita ditekankan kepada bagaimana proses terjadinya ekonomi sebagai sudut pandang dari produsen yang berusaha memuaskan konsumen dan konsumen yang sebaliknya memberikan saran kepada produsen bagaimana supaya keinginannya dapat terpenuhi.

    III. Sistem Perekonomian

    Sistem ekonomi adalah cara untuk mengatur atau mengorganisasi seluruh aktivitas ekonomi, baik ekonomi rumah tangga negara atau pemerintah, maupun rumah tangga masyarakat atau swasta. Aktivitas ekonomi yang dimaksudkan di sini adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Sistem perekonomian sekarang ini jauh lebih kompleks seiring berkembangnya kegiatan perekonomian suatu negara, sehingga dapat menjawab tiga pertanyaan pokok what (apa dan berapa banyak barang diproduksi), how (bagaimana cara memproduksi), dan for whom (untuk siapa barang diproduksi). 

    Pada dasarnya sistem ekonomi bisa dibagi menjadi empat sistem yang mendasar sebagai berikut :

    1. Sistem Ekonomi Tradisional
    Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter (natura), belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.

    Ciri-ciri : 
    1. Belum ada pembagian kerja
    2. Pertukaran dengan sistem barter
    3. Jenis produksi ditentukan sesuai dengan kebutuhan
    4. Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan
    5. Bertumpu pada sektor agraris
    6. Keadaan masyarakatnya masih statis, tradisional, dan miskin
    Kelebihan : 
    1. Setiap masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen
    2. Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan
    3. Dengan sistem pertukaran barter, masyarakat cenderung bertindak jujur
    Kelemahan :
    1. Tidak ada kerja sama antarindividu atau masyarakat 
    2. Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan
    3. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan
    4. Sulit menetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan
    2. Sistem Ekonomi Kerakyatan
    Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia bardasar atas demokrasi ekonomi, artinya produksi dikerjakan oleh semua masyarakat, dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Sistem ekonomi di Indonesia berdasar Pancasila, UUD 1945, serta GBHN, sehingga disebut sebagai “sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi Pancasila”.

    Demokrasi ekonomi yang diterapkan di Indonesia mengandung ciri-ciri positif sebagai berikut :
    • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 
    • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 
    • Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 
    • Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula. 
    • Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. 
    • Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak. 
    • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat. 
    • Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. 
    Ciri negatif dalam sistem perekonomian Indonesia yang harus dihindarkan di antaranya sebagai berikut : 
    • Sistem free fight liberalism, yakni yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain.
    • Sistem etatisme, yakni negara serta aparatur ekonomi bersifat dominan, mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit ekonomi di luar sektor negara. 
    • Monopoli, yakni pemusatan kekuasaan ekonomi pada satu kelompok.
    3. Sistem Ekonomi Liberal
    Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem di mana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi. Sistem ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Adam Smith (1723–1790) dalam bukunya yang berjudul ‘The Wealth of Nations’, yang diterbitkannya pada tahun 1776, dengan ajaran pokoknya memberikan kebebasan perseorangan di setiap sektor ekonomi.

    Ciri-ciri :
    1. Hak milik atas alat produksi di tangan perorangan.
    2. Harga barang ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar.
    3. Adanya persaingan bebas.
    4. Tidak ada campur tangan pemerintah dalam perekonomian.
    5. Modal memegang peran penting.
    6. Terbuka kesempatan bagi individu untuk mengejar keuntungan. 
    Kelebihan :
    1. Dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas barang yang diproduksi.
    2. Terdorong untuk mengejar kemakmuran bagi dirinya sendiri.
    3.  Setiap orang atau pengusaha termotivasi mencari keuntungan.
    4.  Pemilihan sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan. 
    Kelemahan : 
    1. Menimbulkan persaingan tidak sehat.
    2. Terdapat kesenjangan kaya dan miskin.
    3.  Menimbulkan monopoli.
    4. Terdapat eksploitasi SDM.
    5. Pemanfaatan SDA sering tidak memerhatikan kelestarian lingkungan.
    4. Sistem Ekonomi Sosialis/Terpusat
    Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan. Sistem ekonomi ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Karl Marx dalam bukunya yang berjudul ‘Das Kapital’ tahun 1867. Jadi sistem ini lebih bersifat memerintah, karena campur tangan pemerintah di bidang ekonomi melakukan pembatasan-pembatasan atas kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. 

    Ciri-ciri :
    1.  Perencanaan disusun oleh pemerintah pusat.
    2.  Semua alat produksi dikuasai oleh negara.
    3. Produksi, distribusi, dan konsumsi diatur secara terpusat.
    4.  Inisiatif dan hak milik perorangan dibatasi.
    Kelebihan :
    1. Pemerintah bertanggung jawab penuh dalam perekonomian.
    2.  Relatif tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin.
    3.  Hasil produksi dapat dinikmati secara rata.
    4. Mudah melakukan pengendalian harga.
    Kelemahan : 
    1. Hak milik perorangan sangat dibatasi dan rakyat kurang memiliki pilihan.
    2.  Potensi dan daya kreasi tidak berkembang.
    3. Tidak terdapat kebebasan individu.
    5. Sistem Ekonomi Campuran (Sosialis dan Liberal)
    Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Pada sistem ekonomi campuran, antara pemerintah dengan masyarakat atau swasta bersama-sama untuk ikut meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah sebagai pengendali dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

    Ciri-ciri :
    1. Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian.
    2. Pihak swasta ikut berperan dalam kegiatan perekonomian.
    Kelebihan :
    1. Sektor ekonomi pemerintah dan swasta terpisah secara jelas.
    2. Fluktuasi harga dapat lebih terkendali.
    3. Hak milik perorangan diakui dan pemerintah mendorongnya.
    Kelemahan :
    1.  Jika peran pemerintah mendominasi akan timbul etatisme.
    2. Jika peran swasta mendominasi, akan timbul monopoli yang merugikan masyarakat.
    Sumber : 
    1. http://koriistikomahngeblogs.blogspot.com/2011/02/definisi-dan-metologi-ekonomi-masalah.html  http://mvzekonomi.blogspot.com/2012/02/definisi-dan-metodologi-ekonomi.html 
    2. http://rosdianya.wordpress.com/2012/05/08/masalah-pokok-ekonomi-pengaruh-mekanisme-harga/
    3. http://www.plengdut.com/2013/01/macam-macam-sistem-ekonomi.html